Pernah suatu kali saya terfikir, bagaimana kita seandainya tidak ada para motivator-motivator yang saat ini sedang marak. Ippho Santosa, Jamillazaini, Rangga Umara, Bong Chandra atau siapapun itu. Mereka - sadar atau tidak sadar - telah membangkitkan gairah kita dalam hidup. Mendengar mereka berbicara saat seminar atau training yang mereka lakukan sungguh membuat fikiran kita lebih bergairah ketimbang sebelumnya. Sungguh luar biasa.
Dengan adanya mereka, maka mungkin - setidaknya - fikiran kita tidak merasa bersemangat, karena mereka sangat bisa "memanasi" fikiran kita. sekali lagi saya bilang "LUAR BIASA" (nada yang ini baca sambil teriak)
Tapi seandainya mereka tidak ada, sebenarnya kita bisa membangkitkan hasrat itu sendiri. Hasrat itu ada dalam fikiran dan imajinasi kita. Kita selalu terjebak dalam fikiran kosong, hal ini hanya masalah PENGISIAN. Jika fikiran kita dipenuhi oleh mimpi (*colek Rangga Umara*) maka tidak perlu lagi motivator dari luar.
Motivator dari luar hanya bersifat mengangkat gairah kita, bukan menciptakan. Jadi sebenarnya tinggal bangkitkan gairah dalam diri, maka tubuh akan secara otomatis mengikutinya.
Ingat cerita masa kecil Ippho Santosa?
Semasa kecil dia kuper, penyakitan, buta dengan bahasa Inggris (yaaah mungkin gak buta-buta amat), dan macam-macam hal negatif lainnya. Tapi dengan tumbuhnya gairah yang dia pelihara dan selalu membesar sekarang dia adalah motivator yang dicari-cari, penulis buku best seller, dan banyak hal positif yang dia punya. Sungguh "LUAR BIASA" (teriaknya lebih kenceng)
Intinya sekali lagi. MOTIVASI YANG PALING KUAT JUSTRU TUMBUH DARI DALAM FIKIRAN KITA. Motivasi dari luar hanya bersifat meningkatkan. Jika perlu motivasi, cari dalam diri anda...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar